Senin, 18 November 2013

Kapan Sarjana ?

Hari ini 19/11/2013 adalah pertengahan semester 7 untuk angkatanku 2010. Sebagian besar dari kami sudah melaksanakan KKN beberapa bulan yang lalu. Mungkin di saat ini lah orang-orang disebut sebagai mahasiswa tingkat akhir, pikirku.
Beberapa bulan terakhir, mungkin 2 atau 3 bulan saya mulai bosan dengan pertanyaan yang sama dari orang-orang yang berbeda "Kapan wisuda dek?" "Ira, kapan wisuda?"
Saat ku jawab dengan kalimat singkat
"Masih lama, saya baru tiga tahun kuliah" :)
Lalu kata mereka "Itu si A, si B, si C sudah mau wisuda bulan ini, si D juga sudah wisuda bulan 9 lalu, dan si E, F, dan seterusnya juga sudah mulai menyusun" lalu dengan senyum termanis, aku menjawabnya " Iyye', beda program studika'"
Dan pertanyaan itu akhirnya menjadi pertanyaan harianku. Anehnya saya sepertinya juga tidak terbebani dengan semua itu, meski capek juga harus menjawab pertanyaan yang sama setiap bertemu teman atau seseorang yang dekat. Pikirku Allah tentu sudah merencanakan yang lebih baik. Allahumma Amiin.
Kembali ke soal pembimbing. Yup, sampai saat ini nama-nama pembimbing belum diumumkan. Katanya teman-teman yang bertanya ke pihak yang mengetahui bahwa ada beberapa masalah yang saya sendiri sebenarnya tidak terlalu mengerti dengan masalah itu :) Clinggggg. Aneh.
Dan mengapa saya memutuskan untuk menulis catatan ini adalah karena seniorku yang gagah-gagah juga sudah mulai sering bertanya, "Belumpi keluar pembimbingmu dek ?" Meski saya tahu pasti, mereka sudah tahu jawabannya. Ah, apa mereka tidak tahu, saya juga lelah menjawab pertanyaan yang sama :(
Tentang sarjana sebenarnya saya juga ingin sarjana, ingin selesai lebih cepat juga ingin tapi ah entahlah. Saya sendiri juga belum mengerti apa yang akan terjadi setelah saya sarjana jadi saya putuskan untuk tidak menggalau ria memikirkan tentang itu.
Lagipula, sebenarnya saya adalah orang yang sangat beruntung, terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Keluarga yang bisa menerima saya apa adanya. Jadi saat saya katakan pada kedua orang tuaku bahwa saya kemungkinan besar tidak bisa selesai dengan sangat cepat atau cepat seperti anak-anak yang lain yah mereka bisa mengerti. Meski demikian bukan berarti saya tidak akan berusaha, tentu saja saya akan berusaha tapi saya tetap menyerahkan semuanya pada Tuhan.
Saya percaya saya akan selesai tepat waktu. Yah tepat pada waktunya. Entah itu 1 bulan, 2 bulan, atau bahkan 1 tahun lagi jika memang itulah waktu yang tepat saya juga pasti selesai. In Syaa Allah.
Ai juga selalu bilang, bukan cepat selesainya yang jadi intinya.
Yah, tapi berhubung saya penerima beasiswa jadi harapan tentu saja bisa selesai sebelum 4 tahun. Karena setelah itu beasiswa saya sudah selesai dan kasian kan kalau harus menyusahkan orang tua. Semoga Allah memberikan yang terbaik :).
Kalau sudah dibaca tolong jangan tanya lagi, kapan selesai :), itu sedikit menjenuhkan menjawab pertanyaan itu terus menerus... :)